Posted by: senimangoblok | August 10, 2008

Ada, Tak Ada Tetap Sama

with art worker

with art worker

Hidup adalah perjalanan dan di tiap persimpangan itulah pilihan.

Memang benar, keputusan terberat adalah memilih bukan mencari. Ketika semua sudah menjadi bagian dari prosesi ‘perjalanan keberartian’, tetapi tetap saja hal tersulit adalah memutuskan untuk berkata: tidak lagi!.

Masa itu telah sampai di ranah saya sekarang. Dan keputusan saya adalah mutlak, tak bisa diganggu gugat lagi. Hanya saja keterikatan secara emosional yang masih terus menghantui saya dalam menyatakan keputusan itu. Saya sendiri masih dibawah bayang-bayang ketidakmengertian apa artinya semua ini. Aku keluar. Aku berhenti. Aku tidak lagi. Walaupun, waktunya telah jelas ternyatakan dulu.

Sebelumnya pernah juga saya sempat berpikir untuk mempercepat eksekusi rencana ini. Tetapi, setelah sedikit pertimbangan yang tidak terlalu matang-saya kira, terpaksa harus di tunda dulu sampai waktu yang telah ditentukan nantinya.

Di satu kesempatan saya mencoba untuk mengintrospeksi diri mengenai keputusan ini. Dan, hasilnya tetap sama. Saya butuh dihargai, sama seperti orang-orang disekitar saya pun demikian. Bukan sebagai pelengkap yang dirasai sekarang ini. Tapi, ah…. terbentuklah sajak aku pergi sewaktu saya di kampung halaman dalam rangka menenangkan diri.

Urusan saya belum selesai disini. Karna masih ada beberapa hal yang menjadi pikiran saya saat ini, walau itu tidaklah begitu membebani. Apakah saya telah berbuat dosa? Sampai-sampai keputusan saya ini harus diikuti orang-orang disekitar saya. Apakah juga saya ini seorang provokator ulung? Hingga perkataan saya menjadi sangat ampuh untuk membunuh semangat kebertahanan orang-orang disekitar saya.

Mungkin sampai tiba saatnya nanti saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada tempat kerja saya. Disertai juga ucapan terima kasih kepada semua orang-orang yang telah memberikan segala bentuk pengalaman-pengalaman baru, yang itu belum pernah saya dapatkan sebelumnya disini. Harapan saya masih sangat besar menjalani ini semua, karna apa?

yah… karna Hidup adalah perjalanan dan di tiap persimpangan itulah pilihan. (*)

Posted by: senimangoblok | July 11, 2008

PELAJARAN BAGI SANG BUAH HATI

Jangan lah kalian mengeluh dan merengek-rengek terus menuntut ini dan itu dengan cengengnya, kemiskinan kalian gunakan sebagai alasan, dan urusan makan selalu menjadi dalihmu.
Hidup bukan cuma untuk makan!

yah…. itu lah kata yang harus saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Saya tidak tahu, apa yang ada di otak para ibu-ibu di samping itu. Dengan beramai-ramai turun kejalan tanpa memikirkan ‘apa kata dunia’.

Satu pertanyaan yang ada di benak saya saat melihat foto ini, “Apakah ini emansipasi, yang dielu-elukan Kartini?”

Turun ke jalan dengan menghilangkan kodratnya sebagai wanita ‘muslimah’, karena sepanjang sepengetahuan saya, wanita muslimah itu tidak akan mempertontonkan ‘aurat’-nya.
Dengan berteriak-teriak di jalan, saya beranggapan itu sudah menjadi pelanggaran terhadap hukum agamanya yang dianut.

Masya Allah….

Suara, bagi seorang wanita muslimah itu adalah Aurat yang harus di jaga jangan sampai membuat kaum lawan jenisnya itu tergoda apa lagi menangis.

Tapi kalau dilihat dari foto ini bukan main, semangatnya untuk mencari keadilan, dengan menyuarakan hak dan keinginannya. Ia turun ke jalan sembari membawa putra-putri mereka yang masih balita tanpa harus tahu apakah putra-putrinya itu mau ikut turun ke jalan bersama ’sang ibu’.

Akhirnya mengalir lagi pertanyaan yang baru yang juga membuat saya malu sebagai seorang Muslim.
“Kemana para kaum pria (muslim) nya?”
“Apa sang suami/ayah/kakak/adik dari para wanita berkerudung ini mengizinkan?”
“Apakah sang suami/ayah/kakak/adik dari para wanita berkerudung ini tahu kelakukannya?”
“Apakah ini cara terbaik mendidik putra-putrinya mengenai pelajaran demokrasi?”

Sampai akhirnya kita harus mengerutkan kening, mengurut-urut kepala, dan menatap dengan tajam atas tindakan para ibu-ibu berkerudung ini, sambil berkata dalam hati.

“Terus siapa yang akan memasak di rumah?”

Older Posts »

Categories