‘ku ini

Hadirnya bermula di hari ke dua puluh tiga pada bulan ke tiga bertepatan dengan tahun seribu sembilan ratus delapan puluh empat, dengan teriakan tidak telalu keras di ruang bersalin rumah sakit yang sangat umum bagi warga kota palembang. Dengan tautan nasib yang cukup baik berada di urutan ketiga dari setengah lusin produk hasil rahim ibu.

Tidak ada yang spesial, tidak ada yang musti dibanggakan, karna hadirnya pun biasa-biasa saja. Dibesarkan dari keluarga yang amat sangat pas-pasan sekali, tapi tetap memiliki keinginan dan harapan yang besar menempel di pundak gering.

Ia merasa sebagai produk ordebaru tulen, dikarenakan besar dari seorang bapak pegawai pemerintahan yang juga tidak diperhitungkan adanya, itu pun disebabkan pendidikan yang dienyamnya tidak lah terlalu tinggi. Dan ia pun harus memaksakan diri menyelesaikan pendidikannya di sekolah yang bertitle milik pemerintah.

Berikut ini adalah usahanya untuk mempertunjukkan diri bahwa ia masih mencari ujung jalan harapan. Mesti harus berkutat kuat dengan prinsipnya. Hidup adalah perjalanan dan tikungannya adalah pilihan.

mari…

Leave a response

Your response: